Daftar Blog Saya

Kamis, 21 Juni 2012

BAHAN AJAR SOSIOLOGI SMA KLS X


              NILAI SOSIAL

              Oleh : John Muli
1.      Pengertian Nilai sosial
Nilai merupakan kumpulan sikap perasaan ataupun anggapan terhadap sesuatu hal yang mengenai baik buruk, benar salah, patut tidak patut, mulia hina, penting atau tidak penting. Akan tetapi menurut  C. Kluckhohn (dalam struktur dan proses sosial suatu pengantar sosiologi pembangunan, Soleman B. Taneko, 1993) semua nilai kebudayaan alam pada dasarnya mengenali lima masalah pokok, yaitu :
a.       Nilai mengenai hakikat hidup manusia
b.      Nilai mengenai hakikat karya manusia
c.       Nilai mengenai hakikat dari kedudukan manusia dalam ruang dan waktu,
d.      Nilai mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan alam sekitar, dan
e.       Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.
Nilai sosial adalah sikap dan perasaan yang diterimah oleh masyarakat sebagai dasar untuk merumuskan apa yang benar dan penting di masyarakat. Selain itu, nilai sosial dirumuskan sebagai petunjuk dan tafsiran secara sosial terhadap suatu objek.
Nilai sosial sifatnya abstrak dan ukuran masing-masing nilai ditempatkan dalam struktur berdasarkan peringkat yang ada dalam masyarakat. Bila sikap dan perasaan tentang nilai sosial itu diikat bersama sebagai sistem, maka disebut sistem nilai sosial. Namun, pada kenyataannya orang dapat mengembangkan perasaannya sendiri yang mungkin saja berbeda dengan perasaan sebagian besar warga masyarakat. Kenyataan ini melahirkan adanya nilai individual, yakni nilai yang dianut oleh individu sebagai orang perorangan yang mungkin selaras dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang lain, tetapi dapat pula berbeda bahkan bertentangan.
Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai nilai sosial (Dalam Struktur dan Proses Sosial suatu Pengantar Sosiologi Pembangunan, Soeleman B. Taneko, 1993) adalah sebagai berikut :
a.       Kimbal Young, nilai sosial adalah asumsu abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
b.      A.W.Green, nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
c.       Woods, nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada bentuk sesuatu yang baik, penting, pantas, serta mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama.

2.      Jenis-Jenis Nilai Sosial
Notonegoro membedakan nilai sosial menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
a.       Nilai material, adalah segalah sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
b.      Nilai vital, adalah segalah sesuatu yang berdaya guna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktifitas.
c.       Nilai kerohanian, adalah segalah sesuatu yang berguna bagi kebutuhan rohani manusia seperti :
1)      Nilai kebenaran, yaitu nilai yang bersumber pada akal manusia (cipta)
2)      Nilai keindahan, yaitu nilai yang bersumber pada unsur perasaan (estetika)
3)      Nilai moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak (karsa)
4)      Nilai keagamaan (religiositas), yaitu nilai yang bersumber pada revelasi (wahyu) dari Tuhan.
3.      Ciri-Ciri Nilai Sosial
Beberapa ciri nilai sosial yang dikemukakan oleh Huky antara lain sebagai berikut :
a.       Nilai sosial merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi diantara para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara sosial, bukan secara biologis ataupun bawaan lahir.
b.      Nilai dapat diteruskan dan ditularkan dari satu orang atau kelompok ke orang atau kelompok lain melalui berbagai macam proses sosial, seperti kontak sosial, komunikasi, interaksi, difusi, adaptasi, adopsi, akulturasi, maupun asimilasi.
c.       Nilai sosial diperoleh, dicapai, dan dijadikan milik diri melalui proses belajar (sosialisasi yang berlangsung sejak masa kanak-kanak dalam keluarga)
d.      Nilai sosial memuaskan manusia dan memiliki peranan dalam usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial. Nilai yang disetujui dan yang telah diterimah yang secara sosial itu menjadi dasar bagi tindakan dan tinmgkah laku, baik secara pribadi, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan.
e.       Nilai sosial merupakan asumsi-asumsi abstrak dimana terdapat konsesus sosial tentang harga relatif dari objek dalam masyarakat. Nilai-nilai sosial secara konseptual merupakan abstraksi dari unsur-unsur nilai dan bermacam-macam objek didalam masyarakat.
f.       Nilai sosial cendrung berkaitan satu dengan yang lain, dan membentuk pola-pola dan sistem nilai dalam masyarakat. Dalam hal ini, apabila tidak terjadi keharmonisan dari sistem nilai akan timbul problema sosial dalam masyarakat.
g.      Sistem nilai sosial beragam bentuknya antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain, sesuai dengan penilaian yang diperlihatkan oleh setiap kebudayaan terhadap bentuk-bentuk kegiatan tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan. Dengan kata lain, keanekaragaman kebudayaan menghasilkan sistem nilai yang beragam pula.
h.      Nilai sosial selalu memberikan pilihan dari sistem-sistem nilai yang ada, sesuai dengan tingkatan kepentingan.
i.        Masing-masing nilai sosial mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap orang perorangan dan masyarakat sebagai keseluruhan.
j.        Nilai sosial dapat melibatkan emosi dan perasaan.
k.      Nilai sosial dapat memengaruhi perkembangan pribadi dalam masyarakat, baik secara positif maupun negatif.
4.      Fungsi Nilai Sosial
Fungsi nilai sosial antara lain :
a.       Sebagai faktor pendorong, berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan cita-cita dan harapan.
b.      Sebagai petunjuk arah dan cara berpikir, erperasaan, dan bertindak; panduan menentukan pilihan ; sarana untuk menimbang penilaian masyarakat ; penentu dalam memenuhi peran sosial ; dan pengumpul orang dalam kelompok sosial.
c.       Sebagai alat pengawas dengan daya tekan dan pengikat tertentu. Nilai sosial mendorong, menuntun, dan kadang-kadang menekan para individu untuk berbuat dan bertindak sesuai dengan nilai yang bersangkutan. Nilai sosial menimbulkan perasaan bersalah yang menyiksa bagi pelanggarnya.
d.      Sebagai alat solidaritas kelompok atau masyarakat.
e.       Sebagai benteng perlindungan atau penjaga stabilitas budaya kelompok atau masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar