Daftar Blog Saya

Rabu, 20 Juni 2012

PENGERTIAN ILMU SEJARAH


PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI ILMU

  1. KONSEP DASAR SEJARAH

Dalam pengertian yang luas kata ”sejarah” mengandung makna segalah peristiwa atau kejadian yang sifatnya sudah terjadi termasuk berita yang faktual yang sudah terjadi. dengan demikian kita bisa membedakan yang mana disebut sejarah bumi, sejarah manusia, yaitu berita kejadian, bagaimana kejadiannya dan akibat apa yang di timbulkan. Sedangkan dalam arti yang sempit, kata sejarah dipakai untuk menunjukan karakteristik perbuatan manusia yaitu sebagai makluk sosial. Sehingga kajian sejarah adalah manusia itu sendiri yakni subjektum-subjektum sejarah adalah manusia dan objektum-objektum sejarah adalah perbuatan, pekerjaan atau hasil usaha manusia yang mempunyai nilai sejarah.

Sejarah merupakan cerita hidup kita, sudah pasti dan harus kita ketahui karena dengan mengetahui sejarah atas perbuatan-perbuatan masa lampau tersebut kita dapat bercermin dan menilai, perbuatan-perbuatan mana yang merupakan keberhasilan dan mana yang merupakan kegagalan, tepatlah apa yang dikatakan filsuf china yakni confutse. confutse mengatakan bahwa ”sejarah mendidik kita supaya bertindak bijaksana”, selanjutnya, Cicero (seorang ahli sejarah yunani) berkata ”History ist Magistra Vitae” artinya ”sejarah bermanfaat sebagai guru yang baik”, oleh karena itu, manusia sebagai makluk sosial yang hidup dalam suatu lingkup negara atau bangsa mesti dan harus mempelajari sejarahnya, karena dengan mempelajari sejarah manusia dapat mengetahui gambaran kehidupan manusia atas peristiwa-peristiwa masa lampau, dengan mengetahui peristiwa-peristiwa masa lampau tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam kehidupan masa yang akan datang, dan yang terpenting adalah bukan hanya sekedar mengingat atau mengenang saja tetapi lebih memaknainya dengan mengetahui mengapa peristiwa itu terjadi.

Pada dasarnya sejarah itu mempelajari masa lampau, akan tetapi sejarah tidak selalu diidentifikasikan dengan kelampauan, hanya dalam arti umum adalah kenyataan masa lampau yang mencakup aktivitas kelampauan manusia di masyarakat dan bersifat unik. Mengapa? Sejarah mempelajari keunikan karena waktu dan ruang (time and space) selalu membedakan sehingga membuat aktifitas manusia menjadi unik (A.Marwick,1971: 97-129). Yang perlu diperhatikan disini adalah kejadian masa lampau pada waktu tertentu dan pada tempat tertentu, disamping juga harus memperhatikan faktor-faktor alam yang sangat mempengaruhi ruang gerak manusia dalam bertindak. Setiap peristiwa dalam sejarah itu menyangkut tiga dimensi waktu yaitu masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang yang mengandung hubungan sebab akibat atau kausalitas dari peristiwa-peristiwa tersebut. Oleh karena setiap peristiwa masa lampau itu tak akan terulang kembali maka tugas sejarahwan adalah menyelidiki, menganalisa hubungan sebab akibat atas peristiwa-peristiwa tersebut sehingga menghasilkan suatu hipotesis, dimana kebenaran dari hipotesis itu hanya bersifat sementara, dan hipotesis ini akan gugur apabila ditemukan data atau pembuktian yang baru.

  1. HAKIKAT DAN MAKNA SEJARAH

Pada hakikatnya, sejarah itu adalah ”dongeng” atau cerita belaka, dan apa yang diceritakan di dalamnya adalah menggambarkan kehidupan manusia  tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Jadi sejarah itu merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau manusia.

Secara etimologi atau asal katanya, ”sejarah” berasal dari bahasa arab, yaitu ”Syajaratun” yang artinya : Pohon. Pohon dalam hal ini di kaitkan atau dihubungkan dengan keturunan atau asal usul keluarga raja-raja atau dinasti-dinasti tertentu, dimana apabila digambarkan secara skematis silsilah keturunan atau asal usul keluarga raja akan menyerupai pohon silsilah. Dalam perkembangannya pengertian ”sejarah” itu menimbulkan berbagai macam pengertian yaitu ”silsilah, riwayat, tambo, ataupun tarikh”. Sisilah merupakan daftar asal usul atau ranji keturunan. Riwayat  yang mempunyai pengertian kurang lebih sama dengan babad (bahasa jawa) yang berarti riwayat kerajaan, riwayat bangsa, buku tahunan. Tarikh merupakan buku tahunan, buku riwayat, dan pencatatan tanggal.

Kata sejarah dalam bahasa inggris adalah History yang berarti masa lampau manusia. Kata history berasal dari bahasa Yunani (kata benda yaitu ”istoria” yang berarti ilmu. Dalam kata Jerman untuk sejarah, yakni ”Geschichte” yang berasal dari kata ”geschehen” yang berarti terjadi, sedangkan kata Geschichte mempunyai arti sesuatu yang telah terjadi. Sedangkan dalam bahasa Belanda, kata sejarah, yaitu Geschiedenis yang berarti telah terjadi atau penyelidikan. Dari berbagai pengertian ”sejarah” tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa sejarah mencakup sebagai ilmu pengetahuan (science), penyelidikan (inquiry), dan catatan (record) yang memiliki sifat yang aktual dan unik karena kejadian-kejadian yang terjadi di masa lampau itu hanya terjadi sekali saja dan tak akan terulang kembali.

Telah diketahui bahwa sejarah adalah peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dimasa lampau. Dan semua peristiwa masa lampau itu belum berarti sejarah. Peristiwa atau kejadian masa lampau itu di sebut sejarah yang memiliki nilai ilmiah apabilah peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian masa lampau atau faktanya diberi cerita dan ceritanya harus di susun secara sistematis dengan menggunakan persyaratan ilmiah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang menyelidiki peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian masa lampau dan diberi cerita, ditafsir dengan di isyaratkan oleh metode yang bebas dan teratur dalam ketentuan yang dapat diterimah. Dan yang melaksanakan tugas penyelidikan segalah peristiwa atau kejadian masa lampau manusia itu adalah ilmu sejarah. Tugas utama ilmu sejarah adalah menyelidiki sebab akibat dari kejadian atau peristiwa masa lampau, aktualitas masa lampau yang di lakukan manusia, dan menganalisanya dalam rangka menjawab tiga segi persoalan yaitu 1) bagaimana deskripsi peristiwanya, 2) mengapa peristiwa itu terjadi, dan 3) kemana arah peristiwa itu terjadi selanjutnya. Dengan serangkaian kegiatan tersebut maka ilmu sejarah memperoleh kedudukan sebagai ilmu. Mengapa? Karena segalah peristiwa sejarah dipandang sebagai suatu permasalahan dengan cara menganalisis hubungan sebab akibat , dirangkum sehingga dapat ditemukan hukum-hukum sejarah tertentu yang menjadi patokan bagi terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut, sehingga hasil penelitian ilmu sejarah dapat dijadikan sebagai norma atau acuan untuk menilai masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang.

  1. DEFINISI SEJARAH MENURUT PARA AHLI

1.      R. Moh. Ali, dalam ”Pengantar Ilmu Sejarah’ mengatakan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian yang mengacu pada:
a.      Sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenyataan sekitar kita.
b.      Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang merupakan realitas tersebut.
c.      Sejarah adalah ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang merupakan realitas tersebut (R.Moh.Ali 1965: 7-8).
2.      Moh. Yamin, menurutnya sejarah adalah ilmu pengetahuan dengan umumnya dengan xcerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tandsa yang lain.
3.      Ibnu Khaldun (1332-1406), mengatakan bahwa sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia ; tentang perubahan-perubahan watak manusia seperti kalhiran, keramah-tamahan, dan solidaritas, tentang revolusi dan pemberontakan oleh segolongan rakyat melawan golongan lain.
4.      Johan Huizinga (1872-1945), menjelaskan bahwa sejarah adalah peristiwa masa lampau sebagai manifestasi dalam bentuk kejiwaan dimana satu kebudayaan membuat pertanggungjawaban mengenai masa silamnya.
5.      Prof. Bernheim, mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai makluk sosial.
6.      Patrick Gardiner, mengatakan bahwa sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
7.      Wilhelm Bauer, mengatakan bahwa sejarah adalah ilmu yang mencoba menguraikan fenomena kehidupan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi karena hubungan manusia dengan masyarakat.
8.      J.V.Brice, sejarah adalah catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan dan diperbuat oleh manusia.

  1. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, SENI DAN ILMU.

Telah diuraiakan sebelumnya bahwa sejarah itu adalah peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Oleh karena peristiwa itu merupakan aktualitas masa lampau, semua yang dilakukan manusia yang bersifat faktual dan dipandang sebagai suatu peristiwa yang membawa pengaruh perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan manusia sebagai makluk sosial, sehingga semua peristiwa tersebut dijadikan objek penyelidikannya.

Peristiwa-peristiwa yang dipandang sebagai pembawa perubahan dalam kehidupan manusia dijadikan objek penyelidikannya, dan diberi tafsiran dalam penysusnan cerita sejarah. Sejarah sebagai kisah merupakan sebuah cerita berupa narasi dimana penyususnan ceritanya berdasarkan pendapat seseorang atau sejarawan atas kesan dan tafsirannya terhadap suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau (sejarah sebagai subyek). Kesan dan tafsiran seseorang atas suatu peristiwa sejarah tetap berdasarkan jejak-jejak sejarah (sejarah sebagai peristiwa) akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan tafsiran karena dipengaruhi oleh sudut pandang seseorang atau sejarawan itu sendiri.

Menurut W.H.Frwederich, bahwa sejarah merupakan suatu ilmu dan juga sebagai seni. Sejarah mengguanakan kedua-duanya baik ilmu maupun seni dalam menafsirkan kejadian masa lampau. sejarah sebagai seni karena dalam penyajian sebuah informasi sejarah diperlukan suatu keahlian menulis dalam penulisan sejarah itu sendiri. Sejarah sebagai seni sangat terikat pada unsur-unsur keindahan  yang memerlukan intuisi, imajinasi, emosi dan emosi gaya bahasa, dalam penyajian suatu informasi sehingga pembaca sejarah bisa tertarik dalam membaca karya sejarah tersebut. G.J.Renier, guru besar sejarah di universitas London mengatakan bahwa penyajian dalam oral dan tertulis merupakan bagian esensial dari kemahiran sejarawan. Dan penulisan merupakan suatu seni. Sejarawan menguasai seni menulis, maka karyanya dapat dikategorikan sebagai karya sastra dan karya sejarah.

Pada dasarnya sejarah adalah ilmu pengetahuan (science) yaitu pengetahuan dari subyektif yang definitif dengan syarat metode yang bebas dan teratur dalam ketentuan yang dapat diterimah. Sejarah sebagai ilmu merupakan suatu susunan pengetahuan tentang peristiwa yang terjadi dalam masyarakat pada masa lampau yang disusun secara sistematis dan menggunakan metode yang didasarkan atas asas-asas, prosedur, dan metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para pakar sejarah.
M.C.Lemon mengatakan bahwa ”sejarah itu berdasarkan cerita pada umumnya”. Kalau demikian, bagaimana sejarah dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan? Untuk dapat digolongkan kedalam pengetahuan yang bersifat ilmiah, maka suatu pengetahuan harus memenuhi kriteria atau syarat-syarat sebagai ciri ilmu tertentu. Dengan memiliki ciri ilmiah maka pengetahuan sejarah dapat digolongkan ke dalam ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah.
Adapun ciri-ciri ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Memiliki tujuan dan objek sasaran tertentu ; suatu ilmu harus memiliki tujuannya sendiri, sehingga dapat dibedakan dengan ilmu yang lain. Misalnya, Ilmu sejarah sendiri memiliki subyek kajiannya yaitu manusia dan objek kajiannya adalah hasil perbuatan manusia dengan tujuan untuk menyelidiki segala hasil perbuatan masa lampau manusia dalam bentuk sintesis yang menjelaskan tiga aspek, yaitu bagaimana (deskripsi) peristiwanya, mengapa peristiwa itu terjadi, dan kemana arah peristiwa itu terjadi selanjutnya, sehingga ditemukan hukum-hukum sejarah yang dijadikan norma dalam menentukan atau menilai keadaan kehidupan sekarang dan yang akan datang.
2.      Ilmu itu harus memiliki metode ; pada umumnya yang disebut metode adalah suatu cara atau jalan untuk mendapatkan objek dalam suatu sistem yang terencana dan teratur. Jadi metode selalu erat hubungannya dengan prosedur, proses, atau teknik yang sistematis, dan tujuannya adalah untuk mendapatkan objek sebagai penelitian. Menurut Charles Saignobos : mengatakan bahwa sejarah bukanlah suatu ilmu saja, melainkan suatu metode. Maksud disini adalah bahwa metode sejarah dapat diterapkan pada pokok pembahasan disiplin manapun sebagai sarana untuk memastikan fakta.
3.      Bersifat sistematis ;setiap ilmu harus disusun secara sistematis, sehingga pengetahuan yang dimiliki itu mempunyai hubungan atau keterkaitan satu sama lain yang runtut atau konsisten.
4.      Bersifat empiris ; setiap ilmu diperoleh melalui pengamatan (observasi) dan ataupun melalui percobaan (eksperimen). Melalui suatu pengamatan (observasi) akan menghasilkan ide-ide atau gagasan-gagasan sebagai suatu pengalaman yang kemudian diproses sehingga menghasilkan suatu pengetahuan yang tersusun dalam suatu konsep. Konsep inilah yang merupakan ilmu yang bersifat empiris.
5.      Bersifat rasional dan objektif ; bersifat rasional berarti semua pengetahuan itu bersumber pada akal dan pikiran atau rasio. Jadi ilmu hanya dapat dipahami dengan menggunakan akal pikiran yang sehat. Dalam menganalisa suatu pengetahuan harus menggunakan aturan-aturan logika yang dapat diterimah agar tercapai pada suatu kesimpulan yang sah. Sehingga kebenarannya dapat dikomunikasikan dan diterimah karena sesuai dengan kenyataan yang terdapat didalam objeknya (objektif).
6.      Dapat di verifikasi ; artinya dapat di uji kebenarannya. Dan kebenarannya harus bersifat umum artinya meskipun kebenaran itu di uji oleh orang lain, saat waktu yang berbeda dan pada tempat yang berbeda, harus tetap menghasilkan suatu kesimpulan yang sama.

  1. TUJUAN DAN MANFAAT SEJARAH
Tujuan Ilmu Sejarah.
Jika ada pertanyaan apa tujuan anda mempelajari sejarah? Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut ada dua hal yang menjadi tujuan kita mempelajari sejarah, yakni :
§  Pertama : tujuan kita mempelajari sejarah adalah tidak lain untuk memenuhi rasa ingin tahu mengenai peristiwa-peristiwa  masa lampau, tentang bagaimana deskripsi peristiwanya, mengapa peristiwa itu terjadi dan bagaimana akhir dari peristiwa itu, serta perkiraan implikasi atau dampak peristiwa tersebut terhadap bidang-bidang kehidupan lainnya.
§  Kedua, untuk mengetahui lebih mendalam apakah sejarah itu suatu seni atakah suatu disiplin ilmu. Prof. Charles A. Berad, dalam pidatonya mengatakan :”Written History as an Act of Faith”, menyatakan bahwa : sejarah sebagai disiplin ilmu dan sebagai seni kedua hal ini saling mengisi. Tetapi yang pasti bahwa, sejarah memiliki metode yang berilmiah. Berjuta-juta fakta sejarah dapat dipastikan secara meyakinkan baik bagi awam maupun bagi para ahli.

Manfaat Ilmu Sejarah.
Sejarah selalu dikaitkan dengan pernyataan peristiwa atau kejadian masa lampau. Selaku sebuah cerita, sejarah memberikan sesuatu keadaan yang sebetulnya terjadi, berbeda dengan dongeng, yang juga berbentuk cerita, tetapi hanya sebagai pelipur lara. Kejadian-kejadian yang muncul dalam dongeng hanyalah merupakan hayalan penyusun cerita tersebut.
Dalam cerita sejarah, sumbernya adalah kejadian masa lampau berdasarkan peninggalan sejarah. Peninggalan itu berupa hasil perbuatan manusia sebagai makluk sosial.




  1. PENGELOMPOKAN DISIPLIN ILMU PENGETAHUAN

Berdasarkan beberapa argumentasi, ilmu pengetahuan (Sains) dalam arti luas dibedakan atas tiga bagian, yakni :
1.      Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science) atau sering disingkat IPS, dimana kelompok ilmu sosial ini membahas hubungan antar manusia sebagai makluk sosial. Dan yang termasuk dalam kelompok ilmu sosial ini di bagi lagi beberapa sub cabang disiplin, diantaranya adalah psikologi, pendidikan, antropologi, etnologi, sejarah, ekonomi, sosiologi dan sebagainya.
2.      IIlmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Alamiah (Natural Science), dimana kelompok ilmu alam ini membahas tentang alam semesta dengan segalah isinya. Dan yang termasuk dalam kelompok ilmu alam antara lain : fisika (Physics), Kimia (Chemistry), Biologi (Biological Science) yang masih dibagi lagi atas beberapa sub cabang yakni : Botani, Zoologi, Morfologi, Anatomi, Fisiologi, Sitologi, Histologi, dan Palaentologi.
3.      Ilmu Pengetahuan Bumi Dan Antariksa yang sering disebut IPBA (Earth Science And Space) merupakan ilmu pengetahuan yang membahas tentang bumi sebagai salah satu anggota tata surya dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya. Yang termasuk kelompok dalam IPBA antara lain : Geologi, Astronomi dan Geografi

Dari pengelompokan ilmu-ilmu diatas, telah kita ketahui bahwa ilmu sejarah merupakan kelompok ilmu sosial yang mana ruang kajiannya adalah manusia (sebagai subyek) dan hasil perbuatan manusia itu sendiri (sebagai objek sejarah). Sejarah sangat berkaitan dengan masa lampau, sehingga dalam mempelajari sejarah memerlukan cara berpikir yang tertentu yang disebut dengan pemikiran historis. Cara belajar dan memahami dalam ilmu sejarah tentu berbeda dengan cara belajar dalam ilmu lain, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa ilmu sejarah merupakan ilmu yang berdiri sendiri (otonom), artinya ilmu sejarah sangat membutuhkan ilmu-ilmu lain untuk membantu dalam memecahkan suatu masalah, terutama ilmu-ilmu sosial. Jelas lah, kalau ilmu sejarah lebih dekat hubungannya dengan ilmu-ilmu sosial.
Sejauh mana hubungan antara ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya? Semua ilmu sosial mempunyai ruang kajian yang sama yakni manusia (subjek) dan hasil perbuatan manusia (objek). Dan manusia itu sendiri merupakan makluk sosial, makluk intelektual dan makluk budaya. Bagi  ilmuwan sosial lebih menitik beratkan pada aspek ramalan dan pengendalian, sedangkan bagi ilmuwan sejarah peristiwa-peristiwa sejarah itu direkonstruksi secara objektif untuk mengambil hikmahnya sebagai guru yang baik. ”history magistra vitae”. Cara pandang pada dimensi waktu baik ilmuwan sosial maupun ilmuwan sejarah sama-sama memandang pada dimensi waktu masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang, akan tetapi bagi ilmuwan sosial lebih menekan pada dimensi masa kini dan dimensi akan datang. Sedangkan ilmuwan sejarah memandang pada tiga dimensi yakni masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang, akan tetapi lebih menekan pada masa lampau dan masa kini, walaupun masa yang akan datang tetap menjadi perhatian para historian.
Semua hasil karya para ilmuwan sosial dapat digunakan para sejarahwan untuk memberikan sumbangan dalam usaha pengertian masyarakat manusia untuk mengembangkan kebudayaannya. Ilmu sosial jelas memperkaya pandangan sejarah. Dan perlu diingat bahwa tanpa bantuan ilmu sosial, penjelasan sejarah akan kering dan kurang lengkap (J.Tosh, 1985:65-92). Semuanya akan digambarkan oleh sejarahwan bahwa manusia sebagai subjektum  dan objektum sejarah mempunyai gambaran titik singgung yang saling berhubungan antara ilmu sosial dengan ilmu sejarah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar